Breaking News

Flickr

Memahami Konsep Tauhid




Pengertian Tauhid
Mengesakan Allah , tuhan yang tiada sekutu bagiNya, yang bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, kesucian, kebesaran dan keadilan .
Pengertian Iman
Keyakinan yang kukuh dengan hati, mengakui dengan lidah dan melaksanakan dengan anggota.
Rukun Iman dan Pengertiannya
Rukun
Percaya kepada Allah Sifat Allah
Wajib        Mustahil    Harus
20             Lawan sifat 20            1
Percaya kepada Malaikat Malaikat yang wajib dipercayai secara tafsili
Jibril        Menyampaikan wahyu
Mikail       Membawa rezeki
Israfil        Meniup sangkakala
'Izrail       Mencabut nyawa
Munkar      Menyoal mayat di dalam kubur
Nakir        Menyoal mayat di dalam kubur
Raqib        Mencatit amalan kebajikan
Atid          Mencatit amalan kejahatan
Malik        Menjaga pintu neraka
Ridwan      Menjaga pintu syurga
Percaya kepada Kitab Kitab Samawi
Al-Quran    Injil          Zabur        Taurat
Muhammad                Bahasa Arab               Isa            Bahasa Siryani           Daud         Bahasa Qibti               Musa         Bahasa Ibrani
Percaya kepada Rasul 1. Adam     2. Idris      3. Nuh       4. Hud       5. Saleh
6. Ibrahim 7. Luth      8. Ishak     9. Ismail    10. Ya'qub
11. Yusuf   12. Ayub    13. Syu'aib                14. Harun  15. Musa
16. Ilyasa' 17. Zulkifli 18. Daud    19. Sulaiman              20. Ilyas
21. Yunus  22. Zakaria                23. Yahya  24. Isa       25. Muhammad S.A.W.
Percaya kepada Hari Akhirat
Percaya kepada Qadha’ dan Qadar
Erti Qadha' adalah perlaksanaan setiap satu perkara
Erti Qadar pula adalah ketentuan setiap satu perkara
Oleh itu percaya kepada Qadha' dan Qadar adalah setiap perkara yang terjadi itu adalah kehendak dan ketentuan Allah






Adapun Mubadi ilmu tauhid itu sepuluh perkara:
1.     Nama ilmu ini yaitu ilmu Tauhid, ilmu Kalam, ilmu Sifat, ilmu Ussuluddin, ilmu ‘Aqidul Iman
2.     Tempat ambilannya : yaitu diterbitkan daripada Qur’an dan Hadits
3.     Kandungannya yaitu mengandung pengetahuan dari hal membahas ketetapan pegangan kepercayaan kepada Tuhan dan kepada rasul-rasulNya, daripada beberapa simpulan atau ikatan kepercayaan dengan segala dalil-dalil supaya diperoleh I’tikad yang yakin (kepercayaan yang putus/Jazam sekira-kira menaikkan perasaan/Zauk untuk beramal menurut bagaimana kepercayaan itu.
4.     Tempat bahasannya atau Maudu’nya kepada empat tempat:
a.     Pada Zat Allah Ta’ala dari segi sifat-sifat yang wajib padanya, sifat-sifat yang mustahil padaNya dan sifat-sifat yang harus padaNya.
b.     Pada zat rasul-rasul dari segi sifat-sifat yang wajib padanya, sifat-sifat yang mustahil padanya dan sifat-sifat yang harus padanya
c.     Pada segala kejadian dari segi jirim dan jisim dan aradh sekira-kira keadaannya itu jadi petunjuknya dan dalil bagi wujud yang menjadikan dia
d.     Pada segala pegangan dan kepercayaan dengan kenyataan yang didengar daripada perkhabaran rasul-rasul Allah seperti hal-hal surga dan neraka dan hari kiamat
5.     Faedah ilmu ini yaitu dapat mengenal Tuhan dan percaya akan rasul dan mendapat kebahagian hidup didunia dan hidup di akhirat yang kekal.
6.     Nisbah ilmu ini dengan lain-lain ilmu, yaitu ilmu ini ialah ilmu yang terbangsa kepada agama islam dan yang paling utama sekali dalam agama islam.
7.     Orang yang menghantarkan ilmu ini atau mengeluarkannya yaitu, yang pertama mereka yang menghantarkan titisan ilmu tauhid dengan mendirikan dalilnya untuk menolak perkataan meraka yang menyalahi ialah dari pada ulama-ulama yang mashur yaitu Imam Abu Al hasan Al Asy’ari dan Imam Abu Mansur At Maturidi tetapi mereka pertama yang menerima ilmu tauhid daripada Allah Ta’ala ialah nabi Adam alaihissalam, dan yang akhir sekali Nabi Muhammad SAW.
8.     Hukumnya, yaitu fardhu ‘ain bagi tiap-tiap orang yang mukallaf laki-laki atau perempuan mengetahui sifat-sifat yang wajib, yang mustahil dan yang harus pada Allah Ta’ala dengan jalan Ijmal atau ringkasan begitu juga bagi rasul-rasul Allah dan dengan jalan tafsil atau uraian
9.     Kelebihannya yaitu semulia-mulia dan setinggi-tinggi ilmu daripada ilmu yang lain-lain, karena menurut haditsnya nabi: Inallahata’ala lam yafrid syai’an afdola minattauhid wasshalati walaukana syai’an afdola mintu laf tarodohu ‘ala malaikatihi minhum raakitu wa minhum sajidu, artinya, Tuhan tidak memfardukan sesuatu yang terlebih afdhol daripada mengEsakan Tuhan. Jika ada sesuatu terlebih afdhol daripadanya niscaya tetaplah telah difardhukan kepada malaikatnya padahal setengah daripada malaikatnya itu ada yang ruku’ selamanya dan setengah ada yang sujud selamanya dan juga ilmu tauhid ini jadi asal bagi segala ilmu yang lain yang wajib diketahui dan lagi karena mulia , yaitu Zat Tuhan dan rasul dan dari itu maka jadilah maudu’nya semulia-mulia ilmu dalam agama islam.
10.     Kesudahan ilmu ini yaitu dapat membedakan antara I’tikad dan kepercayaan syah dengan yang batil dan dapat pula membedakan antara yang menjadikan dengan yang dijadikan atau antara yang Qadim dengan yang muhadasNya
Ilmu Tauhid
Adapun  pendahuluan masuk pada menjalankan ilmu tauhid itu berhimpun atas tiga perkara:
1.     Khawas yang lima yaitu, Pendengar, Penglihat, Pencium, Perasa lidah dan Penjabat
2.     Khabar Mutawatir, yaitu khabar yang turun menurun. Adapun khabar mutawatir itu dua bahagi:
a.     Khabar Mutawatir yang datang daripada lidah orang banyak
b.     Khabar Mutawatir yang datang daripada lidah rasul-rasul
3.     Kandungannya yaitu mengandung pengetahuan dari hal membahas ketetapan pegangan kepercayaan kepada Tuhan dan kepada rasul-rasulNya, daripada beberapa simpulan atau ikatan kepercayaan dengan segala dalil-dalil supaya diperoleh I’tikad yang yakin (kepercayaan yang putus/Jazam sekira-kira menaikkan perasaan/Zauk untuk beramal menurut bagaimana kepercayaan itu.
~~~~~~~ oOo ~~~~~~~
Designed By Published.. Blogger Templates