Pengertian
Tauhid
Mengesakan
Allah , tuhan yang tiada sekutu bagiNya, yang bersifat dengan segala sifat
kesempurnaan, kesucian, kebesaran dan keadilan .
Pengertian Iman
Keyakinan yang
kukuh dengan hati, mengakui dengan lidah dan melaksanakan dengan anggota.
Rukun Iman dan
Pengertiannya
Rukun
Percaya kepada
Allah Sifat Allah
Wajib Mustahil Harus
20 Lawan sifat 20 1
Percaya kepada
Malaikat Malaikat yang wajib dipercayai secara tafsili
Jibril Menyampaikan wahyu
Mikail Membawa rezeki
Israfil Meniup sangkakala
'Izrail Mencabut nyawa
Munkar Menyoal mayat di dalam kubur
Nakir Menyoal mayat di dalam kubur
Raqib Mencatit amalan kebajikan
Atid Mencatit amalan kejahatan
Malik Menjaga pintu neraka
Ridwan Menjaga pintu syurga
Percaya kepada
Kitab Kitab Samawi
Al-Quran Injil Zabur Taurat
Muhammad Bahasa Arab Isa Bahasa Siryani Daud Bahasa Qibti Musa Bahasa
Ibrani
Percaya kepada
Rasul 1. Adam 2. Idris 3. Nuh 4.
Hud 5. Saleh
6. Ibrahim 7. Luth 8.
Ishak 9. Ismail 10. Ya'qub
11. Yusuf 12. Ayub 13.
Syu'aib 14. Harun 15. Musa
16. Ilyasa' 17. Zulkifli 18.
Daud 19. Sulaiman 20. Ilyas
21. Yunus 22. Zakaria 23.
Yahya 24. Isa 25. Muhammad S.A.W.
Percaya kepada
Hari Akhirat
Percaya kepada
Qadha’ dan Qadar
Erti Qadha'
adalah perlaksanaan setiap satu perkara
Erti Qadar pula
adalah ketentuan setiap satu perkara
Oleh itu
percaya kepada Qadha' dan Qadar adalah setiap perkara yang terjadi itu adalah
kehendak dan ketentuan Allah
Adapun Mubadi
ilmu tauhid itu sepuluh perkara:
1. Nama ilmu ini yaitu ilmu Tauhid, ilmu
Kalam, ilmu Sifat, ilmu Ussuluddin, ilmu ‘Aqidul Iman
2. Tempat ambilannya : yaitu diterbitkan
daripada Qur’an dan Hadits
3. Kandungannya yaitu mengandung pengetahuan
dari hal membahas ketetapan pegangan kepercayaan kepada Tuhan dan kepada
rasul-rasulNya, daripada beberapa simpulan atau ikatan kepercayaan dengan
segala dalil-dalil supaya diperoleh I’tikad yang yakin (kepercayaan yang
putus/Jazam sekira-kira menaikkan perasaan/Zauk untuk beramal menurut bagaimana
kepercayaan itu.
4. Tempat bahasannya atau Maudu’nya kepada
empat tempat:
a. Pada Zat Allah Ta’ala dari segi
sifat-sifat yang wajib padanya, sifat-sifat yang mustahil padaNya dan
sifat-sifat yang harus padaNya.
b. Pada zat rasul-rasul dari segi sifat-sifat
yang wajib padanya, sifat-sifat yang mustahil padanya dan sifat-sifat yang
harus padanya
c. Pada segala kejadian dari segi jirim dan
jisim dan aradh sekira-kira keadaannya itu jadi petunjuknya dan dalil bagi
wujud yang menjadikan dia
d. Pada segala pegangan dan kepercayaan
dengan kenyataan yang didengar daripada perkhabaran rasul-rasul Allah seperti
hal-hal surga dan neraka dan hari kiamat
5. Faedah ilmu ini yaitu dapat mengenal Tuhan
dan percaya akan rasul dan mendapat kebahagian hidup didunia dan hidup di
akhirat yang kekal.
6. Nisbah ilmu ini dengan lain-lain ilmu,
yaitu ilmu ini ialah ilmu yang terbangsa kepada agama islam dan yang paling
utama sekali dalam agama islam.
7. Orang yang menghantarkan ilmu ini atau
mengeluarkannya yaitu, yang pertama mereka yang menghantarkan titisan ilmu
tauhid dengan mendirikan dalilnya untuk menolak perkataan meraka yang menyalahi
ialah dari pada ulama-ulama yang mashur yaitu Imam Abu Al hasan Al Asy’ari dan
Imam Abu Mansur At Maturidi tetapi mereka pertama yang menerima ilmu tauhid
daripada Allah Ta’ala ialah nabi Adam alaihissalam, dan yang akhir sekali Nabi
Muhammad SAW.
8. Hukumnya, yaitu fardhu ‘ain bagi tiap-tiap
orang yang mukallaf laki-laki atau perempuan mengetahui sifat-sifat yang wajib,
yang mustahil dan yang harus pada Allah Ta’ala dengan jalan Ijmal atau
ringkasan begitu juga bagi rasul-rasul Allah dan dengan jalan tafsil atau
uraian
9. Kelebihannya yaitu semulia-mulia dan
setinggi-tinggi ilmu daripada ilmu yang lain-lain, karena menurut haditsnya
nabi: Inallahata’ala lam yafrid syai’an afdola minattauhid wasshalati walaukana
syai’an afdola mintu laf tarodohu ‘ala malaikatihi minhum raakitu wa minhum
sajidu, artinya, Tuhan tidak memfardukan sesuatu yang terlebih afdhol daripada
mengEsakan Tuhan. Jika ada sesuatu terlebih afdhol daripadanya niscaya tetaplah
telah difardhukan kepada malaikatnya padahal setengah daripada malaikatnya itu
ada yang ruku’ selamanya dan setengah ada yang sujud selamanya dan juga ilmu
tauhid ini jadi asal bagi segala ilmu yang lain yang wajib diketahui dan lagi
karena mulia , yaitu Zat Tuhan dan rasul dan dari itu maka jadilah maudu’nya
semulia-mulia ilmu dalam agama islam.
10. Kesudahan ilmu ini yaitu dapat membedakan
antara I’tikad dan kepercayaan syah dengan yang batil dan dapat pula membedakan
antara yang menjadikan dengan yang dijadikan atau antara yang Qadim dengan yang
muhadasNya
Ilmu Tauhid
Adapun pendahuluan masuk pada menjalankan ilmu
tauhid itu berhimpun atas tiga perkara:
1. Khawas yang lima yaitu, Pendengar,
Penglihat, Pencium, Perasa lidah dan Penjabat
2. Khabar Mutawatir, yaitu khabar yang turun
menurun. Adapun khabar mutawatir itu dua bahagi:
a. Khabar Mutawatir yang datang daripada
lidah orang banyak
b. Khabar Mutawatir yang datang daripada
lidah rasul-rasul
3. Kandungannya yaitu mengandung pengetahuan
dari hal membahas ketetapan pegangan kepercayaan kepada Tuhan dan kepada
rasul-rasulNya, daripada beberapa simpulan atau ikatan kepercayaan dengan
segala dalil-dalil supaya diperoleh I’tikad yang yakin (kepercayaan yang
putus/Jazam sekira-kira menaikkan perasaan/Zauk untuk beramal menurut bagaimana
kepercayaan itu.
~~~~~~~ oOo
~~~~~~~