Adapun yang
wajib bagi hukum adat Thobi’at yang dilakukan didalam dunia ini sahaja, seperti
makan, apabila makan maka wajib kenyang sekedar yang dimakan begitu juga api
apabila bersentuh dengan kayu yang kering maka wajib terbakar, dan pada benda
yang tajam yang apabila dipotongkan maka wajib putus atau luka.
Dan begitu juga
pada air apabila diminum maka wajib hilang dahaga sekedar yang diminum. Adapun
yang mustahil pada adat Thobi’at itu tiada sekali-kali seperti makan tiada
kenyang, minum tiada hilang dahaga, dipotong dengan benda yang tajam tiada
putus atau luka dan dimasukkan didalam api tiada terbakar. Akan tetapi yang
mustahil pada adat itu sudah berlaku pada nabi Ibrahim as di dalam api tiada
terbakar dan pada nabi Isma’il as dipotong dengan pisau yang tajam diada putus
atau luka .
Adapun yang
mustahil pada adat itu jika berlaku pada rasul-rasul dinamakan Mu’jizat, jika
berlaku pada nabi-nabi dinamakan Irhas, jika pada wali-wali dinamakan Karamah,
dan jika pada orang yang ta’at dinamakan Ma’unah dan jika berlaku pada orang
kafir atau orang fasik yaitu ada empat macam:
dinamakan
Istidraj pada Johirnya bagus dan hakikat menyalahi
dinamakan
Kahanah yaitu pada tukang tenung
dinamakan
Sa’uzah yaitu pada tukang sulap mata
dinamakan Sihir
yaitu pada tukang sihir
~~~~~~~ oOo ~~~~~~~